Polisi Federal Australia Disalahkan Karena Duo Bali Nine Di Eksekusi

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran adalah dua anggota Bali Nine dan terpidana mati kasus narkoba yang telah menjemput ajal di Nusakambangan, Rabu (29/4) dini hari.
Eksekusi delapan terpidana mati, termasuk duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran telah dilaksanakan Rabu (29/4) tengah malam. Namun, Polisi Federal Australia dinilai ikut berkontribusi kepada nasib Chan dan Sukumaran yang berakhir di ujung senapan.

Pendapat tersebut dikemukakan oleh Bob Myers, seorang pengacara yang yang memberi informasi kepada Polisi Federal Australia (AFP) terkait operasi penyelundupan narkoba yang akan dilakukan Chan dan Sukumaran ke Indonesia.

Dilansir dari media Australia, News.com.au, Myers mengungkapkan dia menghubungi polisi Australia lebih dari satu dekade lalu, setelah dia dihubungi oleh teman baiknya yang merupakan ayah dari Scott Rush, salah satu terpidana yang menjadi Bali Nine.

Kala itu, Myers melaporkan penyelundupan tersebut kepada pihak berwenang dengan harapan polisi Australia dapat menghentikan aksi para penyelundup sebelum berangkat ke Indonesia.

Namun, alih-alih menghentikan upaya penyelundupan tersebut, polisi Australia memberikan informasi itu kepada kepolisian Indonesia.

Myers menilai, langkah tersebut berujung pada kematian Chan dan Sukumaran di tangan regu tembak di Nusakambangan dini hari tadi.

Myers menilai polisi Australia memiliki cukup informasi dan bukti untuk menahan seluruh pelaku Bali Nine di Bandara Internasional Sydney sebelum mereka berangkat ke Indonesia, atas tuduhan berkonspirasi melakukan kejahatan.

Sebaliknya, para polisi Australia justru membiarkan mereka terbang ke Indonesia.

"Harusnya mereka tak perlu sampai pergi ke sana (Indonesia)," kata Myers kepada News.com.au, tak lama setelah mendengar kabar Chan dan Sukumaran telah dieksekusi.

"Kepolisian Federal Australia (AFP) tahu ini tak terelakkan. AFP tahu kalau kelompok itu dibiarkan meninggalkan Australia untuk menyelundupkan narkoba, mereka dapat dieksekusi," kata Myers melanjutkan.

"Tidak ada yang dapat menjamin mereka akan selamat. Ketika AFP tak menerapkan hukuman mati (di Australia), AFP seharusnya tak serta merta membiarkan warga negaranya sendiri terkena hukuman itu," ujar Myers.

Myers menyatakan bahwa dia tidak akan pernah berhenti menyuarakan hal ini. Myers menilai, alasan Chan dan Sukumaran tewas adalah karena tindakan angkuh yang disengaja oleh AFP.

"Kami tidak tahu alasan di balik tindakan ini, namun langkah ini sangat sangat rendah dan tanpa pertimbangan," ujar Myers.

Sementara, mantan diplomat dan komentator politik, Bruce Haigh, menyerukan hal serupa. Menurut Haigh, peran AFP dalam kasus ini patut diselidiki lebih lanjut.

Myers juga menyetujui bahwa anggota kepolisian Australia yang terlibat dalam upaya menggagalkan penyelundupan tersebut harus diperiksa.

"Saya percaya mereka harus diselidiki. Mereka tahu persis apa konsekuensinya," ujar Myers.

"Jika mereka tidak melakukannya, tidak akan ada tujuh warga Australia yang tersisa di penjara Indonesia, dan tentu saja, tidak akan ada dua orang yang tewas," kaya Myers melanjutkan.

Andrew Chan ditangkap bersama Scott Rush, Michael Czugaj, Renae Lawrence, dan Martin Stephens di Bandara Ngurah Rai Denpasar pada 17 April 2005 karena kedapatan membawa 8,3 kilogram heroin.

Sementara Myuran Sukumaran, Tan Duc Thanh Nguyen, Si Yi Chen, dan Matthew Norman ditangkap di Kuta saat tengah bersiap untuk mengirim heroin tahap dua.

Chan dan Sukumaran tewas di tangan regu tembak pada Rabu (29/4) dini hari pukul 00.35 di Nusakambangan, bersama dengan enam terpidana mati kasus narkoba lainnya. Empat di antaranya berasal dari Nigeria, yaitu Jamiu Owolabi Abashin yang lebih dikenal sebagai Raheem Agbage Salami, Okwudili Oyatanze, Martin Anderson, dan Silvester Obiekwe Nwolise. Ada pula Rodrigo Gularte dari Brasil dan Zainal Abidin dari Indonesia.

Sementara, hingga saat ini, tujuh anggota Bali Nine lainnya masih mendekam dalam penjara Indonesia, termasuk Scott Rush yang menjalani hukuman penjara seumur hidup.
Previous
Next Post »